① Desain Ramah Lingkungan & Kokoh
Terbuat dari plastik polimer yang tahan lama, sensor ini tahan terhadap korosi kimia dan keausan fisik, sehingga menjamin umur panjang di lingkungan yang menuntut seperti instalasi pengolahan air limbah atau badan air di luar ruangan.
② Fleksibilitas Kalibrasi Kustom
Mendukung kalibrasi cairan standar dengan kurva maju dan mundur yang dapat disesuaikan, memungkinkan akurasi yang disesuaikan untuk aplikasi tertentu.
③ Stabilitas Tinggi & Anti-Interferensi
Desain catu daya terisolasi meminimalkan gangguan listrik dan memastikan transmisi data yang andal di lingkungan industri atau lingkungan dengan kompleksitas elektromagnetik yang tinggi.
④ Kompatibilitas Multi-Skenario
Dirancang untuk pemasangan langsung ke dalam sistem pemantauan, alat ini bekerja dengan andal di air permukaan, air limbah, air minum, dan limbah industri.
⑤ Perawatan Rendah & Integrasi Mudah
Dimensi yang ringkas dan struktur tahan polusi menyederhanakan pemasangan dan mengurangi frekuensi pembersihan, sehingga menurunkan biaya operasional.
| Nama Produk | Sensor Nitrogen Amonia (NH4+) |
| Metode pengukuran | Elektroda ionik |
| Jangkauan | 0 ~ 1000 mg/L |
| Ketepatan | ±5%FS |
| Kekuatan | 9-24VDC (Disarankan 12 VDC) |
| Bahan | Plastik Polimer |
| Ukuran | 31mm*200mm |
| Suhu Kerja | 0-50℃ |
| Panjang kabel | 5 meter, dapat diperpanjang sesuai kebutuhan pengguna. |
| Antarmuka Sensor Mendukung | RS-485, protokol MODBUS |
1. Pengolahan Air Limbah Perkotaan
Pantau kadar NH4+ untuk mengoptimalkan proses pengolahan dan mematuhi peraturan pembuangan limbah ke lingkungan.
2. Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Pantau konsentrasi nitrogen amonia di sungai, danau, dan waduk untuk mengidentifikasi sumber kontaminasi dan melindungi ekosistem.
3. Pemantauan Limbah Industri
Pastikan kepatuhan terhadap standar air limbah industri dengan mendeteksi NH4+ secara real-time selama proses kimia atau manufaktur.
4. Keamanan Air Minum
Lindungi kesehatan masyarakat dengan mengidentifikasi kadar nitrogen amonia berbahaya dalam sumber air minum.
5. Manajemen Akuakultur
Pertahankan kualitas air yang optimal untuk spesies akuatik dengan menyeimbangkan konsentrasi NH4+ di tambak ikan atau tempat pembibitan.
6. Analisis Aliran Permukaan Pertanian
Menilai dampak limpasan nutrisi terhadap badan air untuk meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan.